Bagaimana demokrasi hadir dalam kehidupan sehari-hari kita? Apakah demokrasi hanya tentang pemilu, partai politik, dan kebijakan negara? Atau justru bisa kita temukan dalam pengalaman yang lebih dekat, seperti ketika pendapat kita didengar, ketika kita memperoleh layanan publik yang layak, atau ketika kita merasa aman untuk menyampaikan pandangan di ruang digital?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi titik berangkat Everyday Democracy: Young People Reimagining Digital Democracy, sebuah proyek yang dijalankan oleh Pamflet Generasi dengan dukungan Yayasan Tifa dan CIVICUS Alliance melalui Re-D Fund Cohort 2. Melalui proyek ini, Pamflet Generasi mengajak orang muda untuk melihat demokrasi sebagai sesuatu yang hidup dan berlangsung dalam keseharian. Bukan hanya sebagai sistem politik, tetapi juga sebagai praktik yang mempengaruhi cara kita berinteraksi, mengambil keputusan, mengakses hak, menyampaikan pendapat, dan berpartisipasi dalam kehidupan bersama.
Dalam pelaksanaannya, orang muda dari berbagai wilayah dan latar belakang mengikuti rangkaian Laboratorium Demokrasi, berdiskusi tentang pengalaman mereka, dan mengembangkan cerita yang merefleksikan berbagai persoalan demokrasi di Indonesia. Proses tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman orang muda tidaklah seragam. Wilayah tempat tinggal, identitas yang melekat seperti identitas gender, orientasi seksual, kondisi sosial dan ekonomi, status kesehatan, akses terhadap teknologi, hingga rasa aman dalam berekspresi turut membentuk kesempatan seseorang untuk berpartisipasi dalam demokrasi.
Dari rangkaian pembelajaran dan kerja kolaboratif tersebut, Pamflet Generasi mengembangkan tiga produk pengetahuan: Kurikulum Everyday Democracy, Storytelling Toolkit, dan Zine tentang Melihat Demokrasi Sehari-hari. | Ketiganya kini tersedia untuk diakses dan diunduh oleh publik.
1. Kurikulum Everyday Democracy
Bagaimana menciptakan ruang belajar demokrasi yang dekat dengan pengalaman orang muda? Kurikulum Everyday Democracy dikembangkan sebagai panduan pembelajaran partisipatif dan reflektif untuk membantu orang muda memahami demokrasi, mengenali berbagai persoalan dalam keseharian, serta merefleksikan peran mereka dalam kehidupan demokratis.
Kami berharap kurikulum ini dapat digunakan, diadaptasi, dan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan kelompok belajar yang beragam.
Kurikulum Lab Demokrasi: Everyday Democracy2. Storytelling Toolkit: Mengolah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Cerita untuk Berdemokrasi
Setiap pengalaman punya cerita yang layak didengar. Namun, bagaimana mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita yang bermakna dan aman untuk dibagikan?
Storytelling Toolkit merupakan panduan bagi orang muda untuk merefleksikan pengalaman personal, menghubungkannya dengan persoalan sosial, dan mengembangkan cerita sebagai bentuk partisipasi demokratis.
Toolkit ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan belajar bagi orang muda, komunitas, pendamping, serta organisasi yang ingin menggunakan pendekatan bercerita untuk memperkuat partisipasi publik lewat pengalaman sehari-hari yang reflektif dan aman.
Storytelling Toolkit Lab Demokrasi3. Zine Tentang Melihat Demokrasi Sehari-hari: Bagaimana Hidup Besok?
Seperti apa demokrasi jika diceritakan melalui pengalaman orang muda sehari-hari? Pertanyaan ini menemukan beragam jawabannya melalui karya-karya yang lahir dari rangkaian Laboratorium Demokrasi.
Zine Digital Laboratorium Demokrasi merupakan wadah untuk menghadirkan perspektif dan ekspresi kreatif orang muda dalam memaknai praktik demokrasi yang mereka jumpai, pertanyakan, dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Karya-karya tersebut lahir melalui proses pembelajaran, lokakarya bercerita, pendampingan, serta dukungan editorial dalam proyek Everyday Democracy.
Beragam perspektif ini penting untuk dihadirkan, sebab tidak ada satu pengalaman tunggal yang dapat mewakili seluruh orang muda Indonesia. Setiap cerita menawarkan sudut pandang untuk memahami bagaimana demokrasi dirasakan dan dijalankan dalam konteks kehidupan yang berbeda.
Zine Tentang Melihat Demokrasi Sehari-hari: Bagaimana Hidup Besok?Belajar, Bercerita, dan Terus Berdemokrasi
Ketiga publikasi ini menjadi bagian dari upaya Pamflet Generasi untuk memperluas ruang belajar, berekspresi, dan berpartisipasi bagi orang muda. Kami percaya bahwa mendorong partisipasi demokratis juga berarti memastikan tersedianya pengetahuan, ruang yang aman, dan lingkungan yang mendukung. Kami berharap ketiga publikasi ini dapat digunakan, dibagikan, dan dikembangkan lebih lanjut oleh orang muda, komunitas, pendidik, serta organisasi masyarakat sipil. Sebab demokrasi juga tentang bagaimana kita menjalani, mempertanyakan, dan membentuk kehidupan bersama setiap hari.
Selamat membaca dan berbagi!
Ketiga publikasi ini dikembangkan melalui proyek Everyday Democracy: Young People Reimagining Digital Democracy yang dilaksanakan oleh Pamflet Generasi dengan dukungan Yayasan Tifa dan CIVICUS Alliance melalui Re-D Fund Cohort 2.
