Berat Sama Dipikul, Senang Sama di SIMPUL: Komitmen Orang Muda untuk Bergerak di Isu Iklim

Yogyakarta, 25 Juni 2025 — Di tengah krisis iklim yang makin mengancam dan ketimpangan sosial yang terus berlangsung, sebanyak 23 orang muda dari pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan berkumpul dalam Kemah SIMPUL di kawasan lereng Merapi, DI Yogyakarta. Mengusung semangat “Berat Sama Dipikul, Senang Sama di SIMPUL”, pertemuan  ini menjadi ruang temu bagi pegiat muda lintas isu, ragam identitas, dan latar gerakan untuk memperkuat jejaring, bertukar pengetahuan, dan menyusun strategi kolektif menuju keadilan iklim yang interseksional.

SIMPUL adalah ruang kolaboratif dan inklusif bagi orang muda lintas identitas, yang berfungsi sebagai ekosistem untuk saling belajar dan menyuarakan isu keadilan iklim melalui perspektif orang muda. Dalam semangat membangun ekosistem ini, SIMPUL berlandaskan pada prinsip kepemilikan bersama, tidak terpusat, lentur, dan adaptif terhadap keberagaman konteks sosial dan budaya tempat anggotanya berada. SIMPUL membayangkan bisa merawat ruang-ruang ini dengan dua jaring yang saling terhubung. Jaring kolaborator, yaitu kolektif-kolektif yang saling berinisiatif untuk membangun aksi dalam SIMPUL, dan jaring kawan yang terdiri dari individu maupun kolektif yang menerima informasi dan terlibat pada kegiatan-kegiatan SIMPUL. 

Selama empat hari, jaring kawan mendiskusikan dinamika gerakan sosial melalui berbagai pendekatan, termasuk metode storytelling, refleksi visual, serta analisis peran berdasarkan kerangka “Four Roles of Social Activism” dari Bill Moyer. Diskusi ini memperlihatkan bahwa orang muda bukan sekadar korban dari krisis iklim, namun juga aktor penting dalam proses transformasi: sebagai pembangkang, reformer, pengorganisir, maupun masyarakat sipil yang kritis.

Salah satu benang merah yang mengemuka adalah pentingnya pendekatan interseksional dalam merespons krisis iklim. Hal ini tercermin dari keberagaman latar para jaring kawan yang datang dari organisasi seperti Aku Juga Terdampak, Baga Raksa Alas Mertajati, BaleBengong, Climate Rangers Jogja, Dimusim, Feminis Themis, KISARA PKBI Bali, Sanggar Puan, Yayasan Teratai, XR Indonesia, Youth Act Kalimantan, Kolektif Tanpa Nama, dan Kolektif Arungkala. Melalui sesi yang mempertemukan pengalaman dari orang muda dengan disabilitas, pegiat isu gender, media alternatif warga, komunitas adat, hingga pekerja seni, terungkap bahwa krisis iklim berdampak berbeda pada setiap lapisan identitas. Oleh karena  itu, strategi gerakan harus berakar pada keberagaman identitas dan kebutuhan. Gerakan yang kuat bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara, tetapi tentang siapa saja yang diberi ruang untuk didengar.

Tak sekadar pertemuan, Kemah SIMPUL menjadi proses bersama untuk menenun kembali hubungan lintas identitas dan menciptakan ruang konsolidasi melalui urun daya kolektif. Kesadaran bahwa semua orang muda memiliki kerentanan dan lapisan identitas yang berbeda dan membentuk pengalaman yang beragam membuka kemungkinan urun daya yang beragam pula. Proses ini menjadi praktik berbagi kekuatan, pengetahuan, dan sumber daya dari posisi yang berbeda-beda tersebut, agar semua orang bisa bergerak bersama tanpa meninggalkan siapa pun. Dengan kata lain, urun daya kolektif memungkinkan interseksionalitas menjadi nyata dalam kerja-kerja gerakan. Ia mendorong partisipasi yang setara dan saling melengkapi antar identitas.

Dengan semangat saling jaga dan tumbuh bersama, jaring kawan menyepakati bahwa perjuangan atas keadilan iklim tidak bisa dilakukan sendirian. Ia butuh gerakan orang muda yang terkonsolidasi, inklusif, dan interseksional. Jaring kawan SIMPUL menguatkan komitmen jangka panjangnya melalui peta jalan yang merangkum kolaborasi dan aksi bersama. Selama satu tahun ke depan, Jaring Kolaborator dan Jaring Kawan akan mendorong pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas di komunitas masing-masing melalui pelatihan fasilitator inklusif, riset partisipatif, produksi materi pembelajaran yang mudah diakses, hingga kampanye digital seputar keadilan iklim. Langkah-langkah ini tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperdalam keterlibatan orang muda dalam isu-isu yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Prinsip ini tercermin dari semangat yang dipegang bersama:

“Karena perubahan tidak cukup dimulai dari individu; ia tumbuh dari jaringan yang saling menguatkan.”

Tertarik turut menjadi bagian keseruan SIMPUL dalam menyuarakan isu keadilan iklim? Ikuti kami untuk berkenalan lebih jauh dengan Jaring Kawan SIMPUL yang ada di sekitarmu!

Terima kasih kepada Jaring Kawan SIMPUL yang sudah bergabung di Kemah SIMPUL dan membawa semangat kolaborasi dari berbagai wilayah dan latar belakang:

Terima kasih kepada kawan-kawan Organising Institute yang telah memfasilitasi Kemah SIMPUL, dan memungkinkan pertemuan ini berlangsung secara hangat, reflektif, dan penuh makna.